Khutbah Jumat Jawi Patani ((free)) -

“Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, wassolatu wassalamu ‘ala asyrofil anbiya’i wal mursalin, sayyidina Muhammadin, wa ‘ala alihi wasohbihi ajma’in. Amma ba’du. Fayya ayyuhannas, ittaqullaha haqqa tuqatihi, wa la tamutunna illa wa antum muslimun. Wahai sekalian manusia, bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan jangan sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan Islam. Ayuhae awrang-awrang Patani, ingatlah nikmat Allah yang telah memberek angkau sekalian dengon iman dan Islam, dengon bahasa Melayu dan aksara Jawi, dengon ulama-ulama yang berilmu amalan..."

Naskah-naskah khutbah kuno yang digunakan di masjid-masjd Patani banyak yang ditulis oleh ulama-ulama tersebut. Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Melayu Tinggi (Bahasa Kitab) yang sarat dengan kosakata Arab. Inilah cikal bakal standar Khutbah Jawi Patani yang masih bertahan hingga kini. khutbah jumat jawi patani

Usop saw it. A flicker of disconnect. He paused. His mind raced. He had a second, prepared text. But something else rose in his throat—not from the book, but from his grandmother's kitchen. From the lullabies she had sung to him in the dialect of the Patani river. Wahai sekalian manusia, bertaqwalah kamu kepada Allah dengan

Istilah "Jawi" di sini merujuk pada dua hal sekaligus: Inilah cikal bakal standar Khutbah Jawi Patani yang

Tulisan Jawi bukan sekadar kaedah menulis; ia adalah . Di Selatan Thailand, bahasa Melayu dan tulisan Jawi sering dianggap sebagai "ruh" kepada agama Islam di wilayah tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here